Di Taman Ismail Marzuki, Minggu lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf lebih akrab disapa Gus Ipul menyinggung soal program baru pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis, atau MBG, bakal diperluas jangkauannya. Tak hanya untuk lansia, tapi juga menyasar para penyandang disabilitas.
“Kita prioritaskan yang paling membutuhkan,” tegas Gus Ipul usai menghadiri perayaan HUT ke-60 Pertuni.
Menurutnya, fokus awal akan diberikan kepada kelompok disabilitas yang masuk dalam golongan ekonomi desil 1 sampai 4. Itu artinya, mereka yang berada di lapisan terbawah secara penghasilan. Sayangnya, alokasi untuk tahap awal ini masih terbatas. Gus Ipul mengakui, saat ini Kemensos baru memiliki kuota sekitar 35 ribu penerima dari kalangan disabilitas.
Padahal, angka penyandang disabilitas di Indonesia jauh lebih besar. Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mencatat ada lebih dari 15 juta orang. Namun, data itu sendiri masih dalam proses verifikasi dan pengelompokan. Pemerintah sedang memilah, siapa saja yang benar-benar masuk kategori rentan.
“Nanti kita tunggu hasilnya,” ujar Gus Ipul. “Karena mereka ini juga banyak yang sudah punya usaha, sukses. Tapi banyak juga yang masih memerlukan perlindungan. Kalau datanya akurat, insyaallah intervensi kita juga makin tepat sasaran.”
Sebenarnya, wacana MBG ini sudah mengemuka sejak awal Januari. Saat itu, Gus Ipul mengungkapkan rencana pemberian bantuan makan bergizi untuk lansia di atas 75 tahun dan disabilitas. Angkanya cukup ambisius: lebih dari 100 ribu penerima secara keseluruhan.
“Untuk lansia terlantar, kita rencanakan 100 ribu lebih. Sementara untuk disabilitas, baru 36 ribu. Masih belum banyak, sih. Mudah-mudahan ini lagi kita proses,” katanya kepada awak media pada Kamis (8/1).
Yang penting, program ini konon sudah dapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, MBG bukan satu-satunya bantuan. Gus Ipul menambahkan, bagi lansia terlantar, akan disediakan juga care giver atau pengasuh.
“Jadi selain mengantarkan makanan, mereka bisa memberikan perawatan dasar. Soalnya, banyak lansia ini hidup sendirian,” jelasnya.
Jadi, meski kuota awal terbatas, program ini memberi secercah harapan. Tinggal menunggu bagaimana realisasinya di lapangan nanti.
Artikel Terkait
Dua Tersangka Baru di Kasus Korupsi Desa Muba, Termasuk Staf Ahli Bupati dan Advokat
Bayi Diduga Dianiaya Pengasuh di Daycare Banda Aceh, Polisi Amankan Pelaku
Human Initiative Luncurkan Flash Sale Qurban Rp1,7 Juta per Bagian Sapi, Fokus ke Indonesia Timur dan Afrika
Mayapada Hospital Hadirkan Teknologi Kedokteran Nuklir PET-CT dan SPECT-CT untuk Deteksi Dini Kanker