Hujan deras memang mengguyur. Tapi yang membuatnya waspada adalah suara gemuruh keras dari arah hulu sungai. Suara itu jadi pertanda buruk.
"Awalnya cuma hujan deras. Lalu tiba-tiba ada suara gemuruh. Seketika itu juga, air besar dan keruh langsung datang menghantam," kenang Taufik.
Air terus naik dengan kecepatan yang menakutkan. Menjelang dini hari, ketinggiannya dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter. Jembatan-jembatan yang jadi akses wisatawan pun akhirnya tak berkutik.
"Jembatannya tidak kuat. Arusnya deras sekali, membawa lumpur, pasir, dan segala macam material. Dalam sekejap, semuanya putus dan hanyut," lanjutnya.
Pemandangan di Guci kini berubah total. Dari tempat wisata yang menenangkan, berubah menjadi hamparan lumpur dan puing-puing kehancuran.
Artikel Terkait
Truk Mundur Saat Tanjakan, Hantam Ruko di Parungpanjang
Longsor Eks TPA Cibinong Tumpahkan Material ke Sungai Ciliwung
Tito Karnavian Tinjau SD Terdampak Banjir di Tapteng, Janjikan Bantuan Peralatan Sekolah
Ayah di Siak Terekam Tendangi Kepala Anak Balita, Motifnya Gagal Minta Uang