Hujan deras memang mengguyur. Tapi yang membuatnya waspada adalah suara gemuruh keras dari arah hulu sungai. Suara itu jadi pertanda buruk.
"Awalnya cuma hujan deras. Lalu tiba-tiba ada suara gemuruh. Seketika itu juga, air besar dan keruh langsung datang menghantam," kenang Taufik.
Air terus naik dengan kecepatan yang menakutkan. Menjelang dini hari, ketinggiannya dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter. Jembatan-jembatan yang jadi akses wisatawan pun akhirnya tak berkutik.
"Jembatannya tidak kuat. Arusnya deras sekali, membawa lumpur, pasir, dan segala macam material. Dalam sekejap, semuanya putus dan hanyut," lanjutnya.
Pemandangan di Guci kini berubah total. Dari tempat wisata yang menenangkan, berubah menjadi hamparan lumpur dan puing-puing kehancuran.
Artikel Terkait
Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka Akhir Maret, Tes Berlangsung April
Pemkab Muaro Jambi Siapkan Lima Pos Pengamanan dan Pelayanan untuk Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Iran Bantah Kabar Pemimpin Baru Mojtaba Khamenei Terluka
Kemenhaj Catat Penurunan Jemaah Umrah Imbas Konflik Timur Tengah