Pramono Anung Tegaskan: Banjir Jakarta Dipicu Hujan Ekstrem, Bukan Cuma Sampah

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:30 WIB
Pramono Anung Tegaskan: Banjir Jakarta Dipicu Hujan Ekstrem, Bukan Cuma Sampah

Sabtu kemarin, suasana di Masjid Jami' Baitul Rahman di Rawa Buaya, Jakarta Barat, cukup berbeda. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, datang langsung untuk melihat kondisi warga yang masih mengungsi akibat banjir. Ia menyapa, mendengarkan keluhan, dan mencoba menenangkan hati para pengungsi yang rumahnya masih terendam.

Namun begitu, di sela-sela kunjungan itu, Pramono menyampaikan pesan yang cukup tegas. Ia mengimbau semua warga untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah.

"Dalam kesempatan ini saya juga menghimbau masyarakat untuk juga membantu kerja tertib agar tidak membuang sampah sembarangan," ucap Pramono, dengan nada yang lebih seperti ajakan daripada perintah.

Menurutnya, meski masalah sampah yang menyumbat saluran air sudah jauh berkurang, bukan berarti kita bisa lengah. Faktor utama banjir kali ini sebenarnya adalah hujan yang luar biasa deras. Beberapa wilayah di Jakarta Barat kebanjiran terutama karena curah hujan yang ekstrem, bukan semata-mata karena sampah.

"Curah hujan sangat tinggi. Pada tanggal 12, 18, dan 22 Januari, rata-rata curah hujan mencapai 200 mm per hari," jelasnya.

Ia kemudian memberikan data yang lebih detail. "Bahkan pada 18 Januari, ada titik yang mencapai 260 mm." Angka itu, tentu saja, sangat besar dan dalam waktu singkat. Saluran drainase yang sudah baik pun bisa kewalahan menghadapi volume air sebanyak itu.

Jadi, pesannya sebenarnya dua lapis. Di satu sisi, pemerintah terus berupaya menangani dampak banjir dan membantu warga. Di sisi lain, partisipasi masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan tetap menjadi kunci penting untuk mencegah masalah bertambah parah ketika hujan besar datang lagi. Kerja sama itu yang dibutuhkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar