Operasi SAR Tutup, Seluruh Korban Kecelakaan ATR di Bulusaraung Berhasil Ditemukan

- Jumat, 23 Januari 2026 | 21:35 WIB
Operasi SAR Tutup, Seluruh Korban Kecelakaan ATR di Bulusaraung Berhasil Ditemukan

Operasi pencarian tujuh hari yang melelahkan itu akhirnya berakhir. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, secara resmi menutup pencarian untuk sepuluh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Semua jenazah telah berhasil ditemukan.

Pengumuman penutupan itu disampaikan Syafii dari Kantor Basarnas Makassar, Jumat malam (23/1/2026). Suaranya tegas, namun terdapat kelegaan di baliknya.

“Malam hari ini, selaku Kepala Badan SAR Nasional dan koordinator utama, saya nyatakan operasi pencarian dan evakuasi untuk kecelakaan pesawat ATR ini selesai,” ujarnya.

Ditemukan Semuanya, di Hari Terakhir

Memang, hari ketujuh operasi di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, membawa kepastian yang sudah dinanti. Suasana haru langsung menyelimuti Posko Operasi SAR di Desa Tompo Bulu ketika pengumuman itu disampaikan. Tangis bahagia pecah dari para personel gabungan yang telah berjibaku seminggu penuh.

Prosesnya berlangsung pagi itu. Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, menjelaskan jenazah korban kesembilan ditemukan pukul 08.55 Wita. Namun, momen paling mengharukan terjadi tak lama kemudian.

Andi Sultan terdengar tersendat-sendat saat menyampaikan kabar terakhir. Ia berhenti sejenak, mengusap air mata yang tak tertahan.

“Pada pukul 09.16 Wita… alhamdulillah, paket ke-10 sudah ditemukan. Saat ini proses evakuasi sedang berjalan,” tuturnya dengan suara bergetar, didampingi sejumlah perwira TNI.

Di sisi lain, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi dari Kodam XIV Hasanuddin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Kebetulan yang terasa magis, operasi di hari terakhir itu memang memakai sandi ‘sapu bersih’. Dan itu tepat terjadi.

“Allah meridhai sandi tersebut. Alhamdulillah, di hari ketujuh kita temukan semuanya, korban maupun benda penting dari pesawat,” kata Dody.

Dengan demikian, babak pencarian yang penuh ketegangan dan emosi ini akhirnya tertutup. Rasa duka tentu masih membekas, namun setidaknya kini keluarga korban telah mendapat kepastian.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar