Kabut masih menggantung di lereng bukit ketika Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tiba di Desa Sahraja, Kamis lalu. Wilayah di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur ini adalah salah satu titik yang paling babak belur diterjang banjir bandang. Didampingi Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, Tito yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, menyaksikan langsung betapa parahnya kerusakan di sana.
Pemandangannya suram. "Semua rumah di sini tidak ada satu pun yang utuh," ujar Tito, dalam keterangan tertulis Jumat (23/1/2026).
"Semuanya hancur. Bahkan di atas atap sekolah, ada kayu log yang sangat besar. Itu menunjukkan tingginya genangan air banjir waktu itu. Semua habis, semua mengungsi. Rusak berat, banyak yang hilang."
Menurutnya, kondisi itu mempertegas komitmen pemerintah untuk segera menggerakkan pemulihan. Fokus utamanya dua: membuka akses dan menata kembali hunian.
Namun begitu, tantangannya tidak kecil. Sampai sekarang, masih ada dusun-dusun yang terisolasi total. Jalan darat putus sama sekali. Untuk mengirim logistik ke satu dusun berisi sekitar 60 kepala keluarga itu, tim terpaksa menyeberangi sungai dan hanya bisa dilakukan tiap tiga hari sekali. Situasi yang sangat memprihatinkan.
"Kita urus bersama BNPB dan Kementerian PU," terang Tito soal upaya membuka jalan. "Akses apa pun akan kita upayakan, meski cuma bisa dilewati kendaraan trail dulu untuk kirim logistik. Atau lewat sungai, seperti yang tadi kita coba."
Di sisi lain, soal tempat tinggal, pemerintah tampaknya belajar dari pengalaman. Tito menekankan, pembangunan hunian entah itu hunian sementara atau tetap harus mendengarkan keinginan warga. Bukan sekadar diseragamkan dalam satu kompleks besar.
"Rata-rata maunya di sini tidak mau satu hamparan," jelasnya. "Mereka ingin kembali ke tanahnya sendiri, tentu saja di lokasi yang lebih tinggi dan aman."
Dia berharap, dengan akses yang lancar dan penempatan hunian yang tepat, pemulihan kehidupan warga bisa berjalan lebih cepat. Ekonomi bisa kembali bergerak, trauma perlahan-lahan bisa diobati.
Optimisme itu sedikit banyak terpancar dari semangat pemimpin setempat. Tito mengaku melihat kemajuan sejak kunjungan pertamanya. "Mental Pak Bupati saya lihat tidak kendor. Itu penting sekali," pungkasnya.
"Kalau pemimpinnya kuat dan pantang menyerah, seluruh satgas pasti ikut semangat."
Artikel Terkait
Final Chinese Bridge Competition Digelar di Makassar, Pemenang Akan Mewakili Indonesia ke Tiongkok
Diplomasi Iran-AS Macet, Israel Perkuat Serangan ke Lebanon Selatan
Wakil Ketua Parlemen Iran: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Normal Atas Perintah Pemimpin Revolusi
Jay Idzes Tampil Kokoh, Sassuolo Tahan Imbang Fiorentina 0-0