Di Balai Kota Jakarta, Jumat lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebuah langkah penting. Pemerintah Provinsi mulai melakukan normalisasi beberapa sungai utama. Ini adalah bagian dari strategi mengatasi banjir untuk jangka waktu yang lebih panjang, bukan sekadar tindakan darurat.
Beberapa sungai yang menjadi target adalah Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama. Menurut Pramono, pekerjaan ini sebenarnya sudah dimulai di masa pemerintahannya sekarang.
"Sebenarnya dalam pemerintahan saya sekarang sudah memulai untuk normalisasi Ciliwung yang tidak pernah dilakukan dulu," ujarnya.
"Normalisasi Krukut yang tidak dilakukan, normalisasi Kali Cakung Lama yang tadi sudah saya putuskan," tambah Pramono, merinci upaya yang sedang berjalan.
Dia tak menampik bahwa kebijakan ini berat. Normalisasi sungai, mau tak mau, adalah langkah yang jarang disukai banyak orang. Biayanya besar, dan dampaknya langsung menyentuh kehidupan warga yang tinggal di bantaran. Relokasi dan penyiapan hunian baru adalah konsekuensi yang harus dihadapi.
"Ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dan pasti tidak populer, karena harus memindahkan masyarakat, menyiapkan rumah susun, dan sebagainya," akunya.
"Tapi ini tetap harus dilakukan."
Bagi Pramono, normalisasi adalah pilar utama penanganan banjir yang komprehensif. Ia menegaskan bahwa Jakarta tidak bisa selamanya bergantung pada solusi instan. Operasi Modifikasi Cuaca atau pengerukan rutin itu penting, tapi sifatnya jangka pendek.
"Ada yang jangka pendek seperti pengerukan dan modifikasi cuaca," jelasnya. "Ada yang jangka menengah dan panjang seperti normalisasi sungai."
Kasus Kali Cakung Lama, misalnya, cukup menggambarkan urgensi masalah ini. Setelah ditelusuri, ditemukan adanya penyempitan atau "bottleneck" yang parah di sana. Sungai yang dulu lebarnya bisa mencapai 15-20 meter, kini menyusut drastis hingga hanya sekitar 2 meter di titik tertentu.
Kondisi itu jelas memperburuk genangan di Jakarta Utara saat hujan turun.
"Itu menjadi salah satu penyebab banjir dan harus segera kita tangani," tegas Pramono. Normalisasi, bagaimanapun rumitnya, adalah jalan yang harus ditempuh.
Artikel Terkait
Trump Dievakuasi dari Panggung White House Correspondents Dinner Akibat Indikasi Suara Tembakan
Praka TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon, Komisi I DPR Desak Pemerintah Perketat Keamanan Pasukan Perdamaian
DPR Minta Debt Collector yang Manipulasi Layanan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang Dipidanakan
Damkar Semarang Laporkan Debt Collector ke Polisi Usai Laporan Kebakaran Palsu