AS Kembali Bergerak di Suriah, Kali Ini untuk Pindahkan Ribuan Tahanan ISIS ke Irak

- Kamis, 22 Januari 2026 | 18:25 WIB
AS Kembali Bergerak di Suriah, Kali Ini untuk Pindahkan Ribuan Tahanan ISIS ke Irak

Misi terbaru militer Amerika Serikat di Suriah ternyata tak lagi berfokus pada pertempuran. Mereka kini mengawal pemindahan ribuan tahanan ISIS dari wilayah timur laut Suriah menuju Irak. Langkah ini muncul setelah tercapainya gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang selama ini jadi penjaga utama kamp-kamp penahanan itu.

Menurut laporan dari AFP dan Al Arabiya, Komando Pusat AS (CENTCOM) secara resmi mengumumkan misi pemindahan itu telah dimulai. Pengumuman itu disampaikan pada Rabu, 21 Januari waktu setempat.

Operasi ini sudah bergulir. CENTCOM menyebut, setidaknya 150 militan ISIS awal-awal ini telah dipindahkan dari wilayah Hasakah, Suriah. Angka itu bakal membengkak. Rencananya, sekitar 7.000 militan lainnya yang masih ditahan akan menyusul, dipindahkan ke fasilitas penahanan yang dikelola langsung oleh Irak.

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menekankan pentingnya kerja sama regional dalam pernyataannya.

"Kami berkoordinasi erat dengan mitra-mitra regional, termasuk pemerintah Irak. Peran mereka kami hargai sangat untuk memastikan ISIS terus-terusan dikalahkan," ujarnya.

Ia juga memberi alasan strategis. "Memfasilitasi pemindahan ini secara tertib dan aman itu krusial. Tujuannya jelas: mencegah pelarian yang bisa langsung mengancam Amerika Serikat dan keamanan kawasan," sebut Cooper.

Di sisi lain, Irak tampaknya sudah siap menerima konsekuensi dari operasi gabungan ini. Otoritas kehakiman negara itu mengeluarkan pernyataan terpisah, menegaskan kesiapan mereka menghadapi gelombang baru tahanan.

Pernyataan dari Dewan Yudisial Tertinggi Irak itu blak-blakan. Mereka akan memulai proses hukum standar terhadap para terdakwa yang masuk. "Mereka akan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan yang relevan," begitu bunyi pernyataan resmi mereka. Sinyal jelas bahwa proses hukum segera berjalan begitu para tahanan itu tiba di tanah Irak.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar