Akibat benturan keras itu, angkot terpelanting dan akhirnya terguling. Hanya ada satu korban dalam kejadian ini, yaitu sang pengemudi. Ia langsung dilarikan ke RS Ciawi untuk mendapatkan perawatan.
Lantas, apa penyebabnya? Jajuli menduga kuat, sopir kehilangan konsentrasi saat mengemudi di tengah hujan lebat. Visibilitas yang buruk rupanya menjadi faktor kunci.
"Penyebab kecelakaan, kurang antisipasi dikarenakan pandangan terbatas oleh hujan," sebutnya.
Jadi, selain faktor cuaca, kemampuan pengendara untuk tetap fokus di kondisi ekstrem juga dipertanyakan. Kejadian ini kembali mengingatkan betapa berbahayanya berkendara saat hujan deras kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan.
Artikel Terkait
Jenazah Pertama Korban ATR 42-500 di Bulusaraung Berhasil Diidentifikasi
Fadli Zon Tunjuk Penanggung Jawab Keraton Solo, Satu Kubu Menolak
Derasnya Hujan, Derasnya Perjuangan: Kisah Para Pekerja yang Bertaruh dengan Banjir
Gelombang WNI Buru-Buru Pulang dari Kamboja Usai Razia Sindikat Scam