Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Menurut Soerjanto, investigasi kini berfokus pada fase akhir penerbangan. Menjelang tiba di Makassar, pesawat telah mendapat izin untuk melakukan pendekatan menggunakan Instrument Landing System (ILS) di runway 21.
Namun begitu, pilihan runway itu sendiri kini jadi bahan pemeriksaan.
“Kami juga akan mencari tahu,” jelasnya, “runway in use-nya ketika itu apa. Alasannya kenapa dipakai runway 21? Kami belum bisa menjawab kenapa tidak runway 13, atau 03, atau yang 31.”
Prosesnya masih berjalan. Tim KNKT tengah mengumpulkan data dan menelusuri setiap prosedur. Pemilihan runway aktif punya SOP ketat, mempertimbangkan arah angin dan faktor lain. Tapi untuk kasus ini, jawabannya belum mereka temukan.
“Kami sedang melakukan pengumpulan data,” lanjut Soerjanto, mengakhiri penjelasannya. “Jadi memang prosedur untuk runway in use itu ada SOP-nya khusus. Mempertimbangkan arah angin dan segala macam. Kenapa dipilih saat itu runway 21? Kami belum bisa menjawab.”
Artikel Terkait
PDIP Geser 15 Anggota DPR, Said Abdullah: Ini Penyegaran Biasa
Gunungan Sampah 137 Ton Mencemari Perairan Muara Baru, DLH DKI Sebut Ulah Oknum Swasta
Kawah Candradimuka Dimulai: 258 Perwira Pilihan Resmi Masuk Sespimti dan Sespimmen
DPR Bidik Juni 2026 untuk Finalisasi Draf RUU Pemilu