Razia Lawan Arah di Lebak Bulus, Pelaku yang Sempat Murka Akhirnya Minta Maaf

- Selasa, 20 Januari 2026 | 16:20 WIB
Razia Lawan Arah di Lebak Bulus, Pelaku yang Sempat Murka Akhirnya Minta Maaf

Pagi itu, sekitar pukul sembilan, suasana di lampu merah Adhiyaksa, Lebak Bulus, tampak berbeda. Sejumlah anggota Sat Lantas Polres Metro Jaksel terlihat berjaga. Fokus mereka satu: menindak tegas pengendara yang nekat melawan arus. Aksi ini dipimpin langsung oleh Kompol Mujiyanto.

Menurut sejumlah saksi, pelanggaran lawan arah di titik itu kerap terjadi dan bikin macet. Bahkan, risikonya lebih besar: bisa membahayakan keselamatan banyak orang. Makanya, operasi pagi tadi bukan sekadar seremonial belaka.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, tidak melawan arus, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,"

Begitu penegasan Kompol Mujiyanto, Selasa (20/1/2026) lalu.

Penindakan dilakukan dengan dua cara. Selain tentu saja sanksi teguran tertulis, para polisi juga memberikan imbauan secara humanis. Pendekatan ini diharapkan bisa lebih menyentuh, sebagai upaya edukasi sekaligus pencegahan agar angka pelanggaran di wilayah Jakarta Selatan bisa ditekan.

Mujiyanto menegaskan, semua ini bagian dari komitmen mereka untuk menciptakan kamseltibcarlantas. Harapannya sederhana: kesadaran masyarakat meningkat sehingga lalu lintas bisa lebih aman dan lancar.

Pelaku yang Marah-marah Akhirnya Minta Maaf

Kisahnya sempat ramai di media sosial. Seorang pengendara motor yang melawan arah di lokasi itu awalnya marah-marah saat ditegur petugas. Kini, sikapnya berbalik seratus delapan puluh derajat.

"Saya adalah pelaku yang melakukan lawan arah di Lebak Bulus kemarin. Di video ini saya mau meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya, yang kemarin ada di IG TMC Polda, atas perilaku saya melawan arah,"

Ucapnya dalam sebuah video permintaan maaf yang beredar.

Dia mengakui kesalahannya. Jelas-jelas berbahaya. Dia juga berharap aksinya yang salah itu tidak ditiru oleh orang lain.

"Saya mengakui saya salah. Mohon untuk setiap orang yang menonton video saya, jangan ditiru. Tidak patut untuk ditiru, apalagi sampai marah-marah,"

Tambannya.

Dalam video lain, pria itu juga meminta maaf secara khusus kepada institusi Polri atas kemarahannya terhadap petugas yang sedang bertugas. Sebuah penyesalan yang datang terlambat, tapi setidaknya bisa jadi pelajaran buat kita semua di jalan raya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar