Andre Rosiade Dorong Normalisasi Sungai Sumbar, Anggaran Triliunan Rupiah Dipercepat

- Selasa, 20 Januari 2026 | 14:10 WIB
Andre Rosiade Dorong Normalisasi Sungai Sumbar, Anggaran Triliunan Rupiah Dipercepat

Andre menyoroti satu hal yang kerap jadi ganjalan: birokrasi dan pembebasan lahan. Ia menegaskan siap jadi penghubung langsung dengan pemerintah pusat untuk memecah kebuntuan. "Saya siap turun tangan berkomunikasi dengan kepala daerah," tegasnya, meminta jajaran BWSS V lebih proaktif dan tak ragu melaporkan kendala. Sinergi, baginya, adalah kunci. Anggaran triliunan itu harus benar-benar terasa manfaatnya, tanpa terhambat prosedur yang berlarut-larut.

Sementara itu, dari sisi teknis, Kepala BWSS V Padang, Naryo Widodo, memaparkan analisisnya. Bencana November lalu dipicu curah hujan ekstrem hingga 240 mm per hari akibat siklon tropis. Dampaknya, banjir bandang dan longsor melanda 11 wilayah.

Naryo menyoroti kondisi memprihatinkan Batang Kuranji. Fungsinya turun drastis, hampir 48%. Daya tampungnya menyusut dari 189 menjadi hanya 98 meter kubik per detik akibat sedimentasi masif. Untuk mengatasinya, pembangunan sabo dam di hulu menjadi rencana mendesak.

Secara progres, 25 dari 34 sungai terdampak telah ditangani dengan kemajuan fisik di atas 50%. Tapi kendala di lapangan tetap ada. "Masih kurang 48 unit alat berat dari total kebutuhan 105 unit," akunya, untuk menangani 101 titik kerusakan yang tersebar.

Secara finansial, total kebutuhan yang diusulkan mencapai Rp 4,8 triliun. Angka ini mencakup dana darurat, rehab-rekon sungai, dan skema irigasi. Proyek prioritas selain Batang Anai adalah pembangunan tanggul dan jetty di Batang Ulakan. Untuk jangka panjang, rencana pembangunan check dam tambahan di kawasan Batu Busuk dan hulu Batang Kuranji juga disiapkan, guna mengendalikan sedimen dan melindungi infrastruktur dari ancaman banjir di masa datang.

Semua rencana itu, pada akhirnya, bergantung pada kecepatan dan soliditas semua pihak. Waktu terus berjalan, sementara musim penghujan berikutnya hanya tinggal menunggu waktu.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar