Jelas Budi. Rupanya, untuk menduduki posisi-posisi itu, ada tarifnya. Dan harganya pun berbeda-beda, tergantung ‘kelas’ jabatannya.
tambahnya. Praktik seperti ini, meski sering jadi desas-desus, kini terbukti nyata adanya.
Setelah menjalani pemeriksaan awal di Polres Kudus, Sudewo akhirnya dibawa ke Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut. Kedatangannya di Gedung KPK pun terekam kamera, menjadi bukti visual awal dari sebuah drama korupsi yang merugikan rakyat kecil di tingkat desa.
Masyarakat pun menunggu. Mereka berharap kasus ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi pintu masuk untuk membersihkan praktik kotor serupa di daerah lain.
Artikel Terkait
Razia Lawan Arah di Lebak Bulus, Pelaku yang Sempat Murka Akhirnya Minta Maaf
Mahasiswi Ciawi Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
Jaksa Agung Janji Hentikan Kasus Guru Honorer, DPR Desak Imunitas untuk Pendidik
Vietnam Naikkan Batas Kemiskinan, Warga Kota Harus Penghasilan di Atas Rp 1,8 Juta per Bulan