Hujan badai yang mengguyur kawasan lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, membuat upaya evakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 terhambat. Tim SAR masih berjuang di medan yang sulit, berusaha membawa pulang pramugari dan korban lainnya.
Danrem 142/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengonfirmasi situasi ini dari Posko Operasi SAR gabungan di Desa Tompobulu. "Korban masih di lereng," ujarnya, mengacu pada jenazah pramugari yang baru ditemukan.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, cuaca benar-benar menjadi lawan terberat. Jarak pandang yang terbatas dan jalur yang licin memperlambat setiap langkah.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Alasan Pemeriksaan Bupati Digelar di Kudus, Bukan Pati
Polisi Amankan Pengedar Sabu di Jatiuwung, 1,5 Gram Sabu Disita
Foto Duta Besar AS di Ankara Picu Badai Kritik: Gubernur Kolonial atau Sekadar Protokol?
BGN Ungkap Kesenjangan Data Hambat Program Makan Bergizi Gratis