Gunungan sampah yang memprihatinkan kembali muncul di pesisir Jakarta. Kali ini, tumpukan ratusan ton limbah itu memenuhi kawasan Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Kejadian ini pun langsung menyita perhatian Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Rani Mauliani.
Rani tak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya. Menurutnya, ulah oknum yang membuang sampah sembarangan itu sungguh tak bertanggung jawab.
"Ya tentunya kita turut prihatin. Ini prilaku oknum-oknum yang hanya mementingkan ego pribadi, tanpa memikirkan dampak buruknya. Dampaknya bisa merugikan banyak orang, bahkan diri dan keluarga mereka sendiri," ujar Rani kepada wartawan, Selasa (20/1/2025).
Sekretaris DPD Gerindra DKI ini lantas mendesak Pemprov DKI untuk bertindak. Investigasi mendalam harus segera dilakukan untuk mengusut dan menindak tegas para pelaku.
"Perlu diusut tuntas. Berikan sanksi yang setimpal agar mereka jera dan tidak mengulanginya lagi," tegasnya.
Rani bahkan menyebut, jika pelakunya adalah perusahaan swasta, tak ada salahnya mencabut izin usahanya. Dia menekankan, persoalan sampah di ibu kota mustahil tuntas tanpa dukungan dan kerjasama dari semua pihak. "Kalau dari instansi atau perusahaan, bila perlu cabut izinnya. Jelas, tanpa dukungan bersama, masalah ini tak akan pernah beres," imbuh Rani.
Sebelumnya, foto-foto tumpukan sampah di Muara Baru itu sudah ramai beredar di media sosial. Menanggapi viralnya foto tersebut, Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, membenarkan bahwa sampah itu bukan berasal dari warga sekitar.
"Iya, sampah itu berasal dari oknum pihak swasta yang tidak bertanggung jawab," kata Yogi, Senin (19/1/2026).
Di sisi lain, warga Muara Baru sendiri disebutkan sudah muak dengan praktik pembuangan sampah ilegal ini. Mereka protes keras dan menolak jadi kambing hitam atas perbuatan segelintir orang.
Yogi menjelaskan, warga merasakan langsung dampak buruknya. Pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan adalah yang paling terasa. Belum lagi risiko banjir yang makin meningkat dan ancaman kerusakan ekosistem pesisir.
"Warga menilai praktik ini sudah menimbulkan dampak nyata. Mulai dari pencemaran, gangguan kesehatan, hingga risiko banjir. Ekosistem pesisir juga terancam rusak," ujarnya.
DLH DKI pun berjanji akan menindak tegas. Pengelolaan sampah, tegas Yogi, harus sesuai aturan dan di tempat yang semestinya. "Penegakan hukum dan pengawasan akan dilakukan. Pembuangan liar harus dihentikan," tegasnya.
Untuk menangani masalah ini, DLH DKI Jakarta telah bergerak cepat. Mereka mengerahkan ratusan petugas dan berbagai armada sejak Jumat (16/1). Hasilnya, sebanyak 137 ton sampah berhasil diangkut dari lokasi tersebut. Upaya pembersihan intensif masih terus dilakukan.
Artikel Terkait
Rekonstruksi Ungkap Kronologi Pembunuhan Mantan Istri oleh THA di Tangerang
BREN dan DSSA Anjlok Lagi, Tertekan Aturan Baru BEI Soal Kepemilikan Saham
Polwan Iptu Juani Ubah Kawasan Mal Narkoba di Tarakan Jadi Kampung Tematik
IDF Hukum Dua Prajurit yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon