Di ruang rapat Komisi IV DPR, Senayan, Senin lalu, suasana cukup tegang. Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengingatkan semua yang hadir tentang sebuah ancaman yang punya siklus nyaris seperti jam. El Nino. Fenomena cuaca ini, kata dia, punya pola hampir empat tahunan yang kerap menghadirkan bencana besar.
"Pemerintah harus meningkatkan upaya monitoring dan pencegahan," tegas Rohmat.
Dia lalu menyebut angka-angka yang membuat dengar. Tahun 2015, karhutla membakar 2,6 juta hektar lahan. Itu adalah puncak siklus empat tahunan yang harus diwaspadai. Setelahnya, meski turun, angkanya tetap fantastis. Di 2019, 1,6 juta hektar habis dilalap api. Lalu, di 2023, tercatat 1,16 juta hektar hutan dan lahan yang jadi korban.
Nah, kalau mengikuti pola itu, tahun 2027 adalah tahun yang sangat kritis. Potensi kebakaran besar bisa terulang lagi. "Ini kemungkinan akan terjadi di tahun 2027," ucap Rohmat, menegaskan prediksinya.
Artikel Terkait
Fraksi PAN Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Fasilitasi Mudik untuk Pekerja DPR
Bayi 1,4 Tahun Tewas, Dua Luka Bakar dalam Kebakaran Tiga Rumah Kontrakan di Bogor
Jadwal Imsak dan Sholat 16 Ramadhan 1447 H untuk Wilayah WIB
Persik Kediri Bangkit dari Ketertinggalan, Kalahkan PSBS Biak 2-1