"Ini meningkatkan gairah ekonomi di Jakarta meskipun DBH dipotong."
Dalam kesempatan yang sama, ia tak lupa mengapresiasi kerja sama dengan Bank Indonesia dan OJK. Kolaborasi dalam hal digitalisasi dan pengawasan dinilainya krusial untuk menjaga Jakarta tetap pada jalur yang benar.
"Kita harus menjaga transparansi, membangun trust, dan memastikan Jakarta menjadi kota global dengan manajemen pemerintahan yang baik," tegas Gubernur.
Di sisi lain, Deputi Gubernur BI Aida Budiman yang hadir dalam acara itu menyoroti peran strategis Jakarta. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional mencapai sekitar 17 persen angka yang tidak main-main. Aida memuji kinerja ekonomi Jakarta yang tumbuh dengan inflasi rendah, ditopang perbankan yang solid dan digitalisasi pembayaran yang kian cepat.
"Kami mengapresiasi sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin erat selama ini," kata Aida.
Ia menyebut sejumlah program seperti Simfoni Jakarta, Protect, Connect, dan Forward Jakarta sebagai bagian dari upaya kolektif itu. Ke depan, kolaborasi semacam ini harus makin dikuatkan, terutama untuk menghadapi tantangan yang dipastikan akan lebih kompleks menuju visi Jakarta 2045. Bank Indonesia, tegas Aida, siap menjadi mitra pemerintah di semua level untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
Wali Kota Madiun Ditangkap KPK, Ratusan Juta Rekaman Fee Proyek CSR
Presiden Prabowo Langsung Perintahkan Evakuasi Usai Dengar Laporan Jatuhnya Pesawat ATR
Ile Lewotolok Menderu, 99 Letusan dan Hujan Abu Selimuti 27 Desa di Lembata
Menkes Ungkap Tragedi TBC: 136 Ribu Nyawa Melayang Tiap Tahun di Indonesia