Wilayah terparah meliputi Kecamatan Cikarang Timur, Babelan, Cikarang Utara, dan Cibitung. Proses pendataan oleh relawan Tagana dan Kampung Siaga Bencana (KSB) masih terus dilakukan, bersamaan dengan upaya evakuasi warga yang dilaksanakan bertahap.
Di sisi lain, pemerintah daerah tak tinggal diam. Mereka sudah mendirikan dapur umum mandiri untuk memastikan kebutuhan makan para pengungsi terpenuhi.
Bantuan dari pusat sendiri rinciannya cukup banyak. Ada 1.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk, 200 lembar selimut, 200 lembar kasur, 200 paket pakaian anak, 200 family kit, dan 100 lembar tenda gulung. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban mereka yang terdampak.
Gus Ipul menambahkan, penanganan situasi ini melibatkan banyak pihak. "Mulai dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, BPBD, TNI-Polri, aparat kecamatan dan desa, Tagana, KSB, serta instansi terkait lainnya," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga yang terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka menunggu dengan sabar, berharap air segera surut dan kehidupan bisa kembali berjalan normal.
Artikel Terkait
Peringatan Kemenhut: 2027 Jadi Tahun Kritis Karhutla
Wali Kota Madiun Ditangkap KPK, Ratusan Juta Rekaman Fee Proyek CSR
Presiden Prabowo Langsung Perintahkan Evakuasi Usai Dengar Laporan Jatuhnya Pesawat ATR
Ile Lewotolok Menderu, 99 Letusan dan Hujan Abu Selimuti 27 Desa di Lembata