Usai kunjungannya ke London, Presiden Prabowo Subianto ternyata masih punya agenda lain. Rencananya, beliau akan terbang ke Davos, Swiss. Di sana, Prabowo dijadwalkan menjadi salah satu pembicara kunci dalam World Economic Forum yang legendaris itu.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat berbincang dengan para wartawan di Kompleks Istana, Jakarta, Senin lalu.
"Beliau akan melanjutkan perjalanan ke Davos untuk menghadiri forum World Economic Forum. Dijadwalkan beliau juga akan menjadi salah satu pembicara," kata Prasetyo.
Menurutnya, kehadiran Presiden di forum bergengsi itu bukan sekadar formalitas. Ini langkah strategis. Tujuannya jelas: membuka peluang kerja sama baru dengan banyak negara yang hadir.
"Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat. Saya kira itu dua agenda di dua negara," ujarnya lagi.
World Economic Forum sendiri sudah jadi ritual tahunan sejak 1971. Bayangkan, setiap tahunnya, Davos yang dingin disesaki oleh para pemimpin dunia, ekonom, hingga ahli dari berbagai bidang. Mereka berkumpul untuk membedah tantangan ekonomi global, baik yang sedang terjadi maupun yang mengintai di masa depan. Forum ini digawangi oleh sebuah organisasi non-pemerintah yang bermarkas di Cologny, Jenewa.
Tahun ini, panggung di Davos bakal diisi oleh banyak wajah-wajah penting. Selain Presiden Prabowo, daftar pembicaranya mencakup Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan pimpinan Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Tak ketinggalan, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, serta Sekjen PBB António Guterres. Nama-nama seperti Presiden AS Donald J. Trump dan Presiden Argentina Javier Milei juga masuk dalam daftar.
Trump dan Delegasi Besar-besaran
Nah, soal Donald Trump, kehadirannya kali ini disebut-sebut bakal cukup megah. Kabarnya, mantan presiden AS itu akan memimpin delegasi terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Amerika di Davos.
Delegasi itu tak main-main, terdiri dari lima menteri kabinet dan sejumlah pejabat senior. Sebut saja Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner. Kehadiran mereka membuka peluang untuk pembicaraan serius seputar isu panas seperti Ukraina, Venezuela, dan konflik di Gaza.
Berdasarkan laporan Financial Times, Trump diperkirakan akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sekutu-sekutu G7-nya di sela forum. Pertemuan itu konon akan membahas dukungan AS untuk jaminan keamanan Ukraina, terutama jika nantinya ada kesepakatan damai dengan Rusia.
Untuk memperkuat "kehadiran" AS, tahun ini juga akan ada "USA House" pertama kalinya. Tempatnya unik, di sebuah gereja kecil di jalan utama Davos. Di situlah para pejabat AS berencana mengadakan acara dan berjejaring dengan para investor dari penjuru dunia.
Artikel Terkait
Pembangunan Dua Jembatan Merah Putih Tahap II Resmi Dimulai di Bengkalis
TKA SD Dimulai Lancar, Maluku Utara Tertunda Pascagempa
BPOM Pastikan Stok Obat Aman 6 Bulan, Siapkan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Jokowi Serahkan SP3 Kasus Ijazah Rismon Sianipar Sepenuhnya ke Polda