Meski hujannya ekstrem, kabar baiknya adalah banjir yang terjadi tidak sampai menimbulkan kerusakan parah. Namun begitu, Pramono tak menampik pentingnya kesiapan anggaran dan koordinasi yang solid antarinstansi. Baginya, ini kunci menghadapi cuaca yang makin tak menentu.
"Jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini," katanya.
Ia lalu bercerita soal mekanisme darurat yang dilakukan. "Bahkan terus terang ada, apa istilahnya pergeseran BTT (Belanja Tidak Terduga). Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat izin untuk melakukan OMC."
"Karena dia nggak mau, karena takut-takut, kok ini jumlahnya menjadi besar, termasuk tiga kali yang kemarin, langsung kita pindahkan."
Pramono tampaknya tak mau ambil risiko. "Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai dengan setelah Imlek, bagi saya setiap hari saya kontrol sendiri," imbuhnya. Seperti itulah upayanya menjaga Jakarta tetap aman di tengah guyuran hujan yang luar biasa tinggi.
Artikel Terkait
Gerindra Gelar Sosialisasi Core Tax, Bekali Kader dari Pusat hingga Daerah
Fadli Zon: Jadikan Budaya Perekat Global di Tengah Dunia yang Carut-Marut
Gelombang WNI Serbu KBRI Phnom Penh Usai Dibebaskan dari Sindikat Penipuan
Gugatan ke Mardiono Dicabut, Kuasa Hukum Soroti Sutradara di Baliknya