Keluarga Florencia Lolita Wibisono masih menggantungkan harapan. Wanita 32 tahun yang akrab disapa Olen itu tercatat sebagai salah satu awak pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusarung, Pangkep. Hingga kini, mereka menanti kabar baik.
"Kita masih mengharapkan yang terbaik untuk Olen," ucap Suly Mandang, tante Olen, suaranya terdengar berat.
Suly saat ini mendampingi ibu Olen di Makassar. Kejadian ini tentu saja menjadi pukulan yang sangat berat bagi seluruh keluarga. Padahal, Olen masih sempat mengobrol dengan mereka pada Jumat lalu.
Memang, Olen dikenal sebagai sosok yang sangat perhatian. Dia selalu menyempatkan diri untuk menghubungi keluarganya, kapan pun ada waktu senggang di sela-sela tugasnya sebagai pramugari.
"Ibunya belum lama keluar rumah sakit. Saat ibunya sakit Olen rutin telepon saat ada waktu luang," kenang Suly.
Perjalanan dinas itu pun dia awali dengan permintaan khusus. Dengan pengalaman terbang selama 14 tahun, Olen tetap meminta doa restu dari ibunya sebelum berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu pagi.
"Sebelum dia berangkat dari Jogjakarta ke Makassar itu memberi tahu bahwa akan melakukan perjalanan dinas. Di situ dia minta doakan untuk perjalanannya," ungkap Suly menerangkan.
Kini, doa itu bergema lebih kencang. Mengharap satu kabar gembira di tengah situasi yang suram.
Artikel Terkait
Halalbihalal Perantau Sumbagsel di Palembang Jadi Ajang Percepatan Pembangunan Kawasan
PKS Dukung Usulan KPK soal Pembatasan Jabatan Ketua Umum Partai Dua Periode
Kapal Tanker Minyak Dibajak di Lepas Pantai Somalia, Ancaman Pembajakan Maritim Meningkat
Sendang Sreto di Lamongan: Dari Sendang Irigasi Kini Jadi Wisata Desa Andalan yang Dongkrak PAD