Transmigrasi Patriot 2026: Kampus Unggulan Dilibatkan untuk Dongkrak Ekonomi Kawasan

- Senin, 19 Januari 2026 | 08:00 WIB
Transmigrasi Patriot 2026: Kampus Unggulan Dilibatkan untuk Dongkrak Ekonomi Kawasan

"Bahkan kemungkinan ada tambahan kawasan transmigrasi yang baru, karena hari ini kami mendapat usulan 60 kawasan transmigrasi dari 60 kepala daerah," ungkapnya.

Nah, untuk fokus kedua, yaitu Investasi Transmigrasi, tujuannya adalah mengembangkan potensi strategis dengan skala lebih besar. Beberapa lokasi yang sudah masuk radar adalah Pulau Rempang, Mamuju, dan Merauke.

"Kita tahu bahwa tidak seperti gambaran dulu, transmigrasi itu adalah kawasan-kawasan yang cukup terbelakang," akui Iftitah dengan jujur. "Tetapi di beberapa wilayah itu potensi ekonominya sudah kelihatan sekali, dan sesuai dengan hasil tim ekspedisi patriot nanti akan kami kembangkan dalam skala yang lebih besar."

Ia lalu merinci contohnya. Di Rempang dan Galang, selain industri, ada potensi pertanian yang bisa digarap. Lalu di Mamuju, kawasannya menyimpan logam tanah jarang yang sangat strategis dan dicari dunia. Sementara di Merauke, pengembangan akan difokuskan pada pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Semua itu akan digarap melalui program investasi ini.

Beasiswa Patriot dan Kampus di Tengah Kawasan

Program besar kedua adalah Beasiswa Patriot. Yang menarik, program ini akan diwujudkan dengan mendirikan Kampus Patriot di lokasi-lokasi potensial tadi. Idenya sederhana: menjembatani dunia akademis dengan kebutuhan riil di lapangan.

"Program kedua dari transmigrasi patriot itu adalah Beasiswa Patriot. Tadi di 3 potensi wilayah tadi itulah akan kami dirikan kampus patriot, jadi kami menjembatani antara niat kampus dengan kebutuhan masyarakat di lapangan," terang Iftitah.

Harapannya jelas. Dengan adanya kampus di tengah kawasan, masyarakat setempat bisa merasakan manfaat langsung dari pembangunan ekonomi. Mereka tidak akan lagi merasa terasing di tanah sendiri saat investasi besar masuk.

"Itulah yang akan kami diskusikan lebih intens terkait dengan program studi, kemudian insentif, kemudian juga syarat syarat yang harus dipenuhi," pungkas Iftitah. "Yang pasti akan kami launching pada bulan depan."


Halaman:

Komentar