Sebelum jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, pesawat ATR 42-500 itu ternyata sempat bermasalah dengan mesinnya. Hal ini diakui oleh Capt Edwin, Direktur Operasional Indonesia Air Transport, dalam sebuah konferensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).
“Memang ada masalah di engineering kami,” ujar Edwin, mengiyakan pertanyaan awak media.
Namun begitu, dia langsung menegaskan bahwa persoalan teknis tersebut sudah ditangani. Menurut penjelasannya, masalah itu muncul pada Jumat, sehari sebelum pesawat lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar di hari Sabtu.
“Itu di hari Jumat,” katanya singkat.
Artikel Terkait
Bamsoet: Fenomena No Viral No Justice Alarm Rusaknya Sistem Hukum
Transjakarta Gelar Festival Rekrutmen, Buka Lowongan untuk Dongkrak Layanan Transportasi
Kapolri Resmikan 57 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumsel, Permudah Akses Warga
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas ke Besuk Kobokan