Pihak maskapai, lanjut Edwin, tak tinggal diam. Mereka segera melakukan perbaikan dan tak lupa menguji coba pesawat tersebut. Hasilnya? “Kami sudah perbaiki dan kami sudah tes terbukti dari Halim sampai Semarang dan Jogja itu tidak ada masalah,” ungkapnya. Semua sistem dinyatakan normal sebelum penerbangan fatal itu dimulai.
Pesawat yang dibuat tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu hilang kontak tepat pada Sabtu siang, saat hendak mendarat di Makassar. Penerbangannya sendiri berasal dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
Kini, pernyataan soal masalah mesin yang sudah diperbaiki itu menambah satu lagi titik terang atau justru pertanyaan dalam investigasi kecelakaan yang menyedihkan ini.
Artikel Terkait
Tim SAR Keliru Identifikasi ELT sebagai Blackbox Pesawat ATR 42-500
Partai Hijau Riau Dorong Perda Khusus untuk Lindungi Ekosistem
Demokrasi Cacat, Peringkat ke-59: Alarm untuk Merawat Pemilu dan Harapan Rakyat
Tangsel Bakal Diguyur Lebih Deras, Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Ringan