UEA Kian Mantap, Investasi Energi Hijau di Indonesia Bakal Meluas

- Jumat, 16 Januari 2026 | 15:35 WIB
UEA Kian Mantap, Investasi Energi Hijau di Indonesia Bakal Meluas

Di tengah hiruk-pikuk Abu Dhabi Sustainability Week, sebuah pertemuan penting terjalin. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan duduk bersama Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazroui. Obrolan mereka berpusat pada satu hal: masa depan investasi energi terbarukan di Indonesia.

Acara di Abu Dhabi itu sendiri memang magnet bagi para pemain global di sektor keberlanjutan. UEA, dalam forum tersebut, menunjukkan komitmennya untuk memperluas jejak proyek energi bersih, sejalan dengan target transisi energi nasional Indonesia. Mereka tak sekadar bicara.

Menurut Suhail, proyek panel surya terapung yang dikembangkan oleh Masdar di Waduk Cirata sudah berjalan dengan sangat mulus. "Proyek Cirata ini sudah jadi patokan bagi kami," ujarnya.

Ia menambahkan, kesuksesan itu jadi pijakan untuk langkah selanjutnya.

"Karena itu rencananya kami akan memperluas wilayah pengembangan energi terbarukan di wilayah perluasan Cirata dan juga di Jatigede. Semoga kerjasama Indonesia dan Uni Emirat Arab ini berjalan dengan lancar," kata Suhail dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Di sisi lain, Eddy Soeparno menyambut hangat komitmen tersebut. Baginya, ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong bauran energi bersih. Targetnya jelas: mencapai Net Zero Emissions paling lambat 2060, atau kalau bisa lebih cepat.

"Kami menyambut baik komitmen UEA," ungkap Eddy. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan Masdar telah berjalan untuk memuluskan hal-hal administratif dan teknis.

Tak berhenti di situ, Eddy yang juga doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan peran legislatifnya. Kepada Suhail, ia menyebut sedang mendorong regulasi yang lebih ramah investasi. Saat ini, MPR sedang menyelesaikan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET), RUU Kelistrikan, serta revisi UU Migas.

"Saya secara individu juga mendorong pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sebagai upaya mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak krisis iklim," lanjutnya.

Eddy punya pandangan yang lebih luas. Ia tak hanya mengajak UEA fokus pada panel surya terapung. Menurutnya, masih banyak potensi lain yang menunggu, seperti energi angin, panas bumi (geothermal), dan air. Peluang investasinya terbuka lebar.

"Kami juga mengajak UEA untuk berinvestasi membangun infrastruktur transmisi listrik berskala besar," tutup Eddy. Ia menekankan, ini penting untuk menghubungkan sumber energi terbarukan dengan daerah yang paling membutuhkan. Ini sekaligus bentuk komitmen mendukung visi Presiden Prabowo memperkuat ketahanan energi nasional.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar