Pasukan NATO kini berjaga di Greenland. Pengerahan militer ini, rupanya, tidak mengubah ambisi lama Donald Trump. Gedung Putih tetap bersikukuh dengan rencananya untuk mengakuisisi pulau Arktik itu.
“Saya rasa pasukan di Eropa tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan presiden,” tegas Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, kepada CNN International, Jumat lalu.
“Dan sama sekali tidak memengaruhi tujuannya untuk mengakuisisi Greenland,” tambahnya tanpa ragu.
Komentar itu meluncur setelah sebuah pertemuan penting. Rabu sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio duduk bersama dengan pejabat Denmark dan Greenland. Pertemuan di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower itu digambarkan Leavitt cukup “produktif”.
Yang jelas, dari pertemuan itu muncul kesepakatan untuk membentuk sebuah kelompok kerja. Tugasnya? Melanjutkan pembicaraan teknis soal akuisisi Greenland. Menurut Leavitt, diskusi akan berlangsung rutin, kira-kira setiap dua atau tiga minggu sekali.
Bagi Trump, ini bukan sekadar urusan tanah. Gedung Putih dengan gamblang menyebutnya sebagai prioritas keamanan nasional Amerika Serikat.
“Dia ingin Amerika Serikat mengakuisisi Greenland, dan berpikir bahwa hal itu demi keamanan nasional kita yang terbaik,” ujar Leavitt, mengulang keyakinan presidennya.
Artikel Terkait
Perbasi Peringatkan Masyarakat Soal Maraknya Penipuan Atas Nama Organisasi
Gus Yahya Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Ambil Peran Mediasi
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali