Prabowo Awali 2026 di Tengah Reruntuhan, Tinjau Langsung Pemulihan Korban Bencana

- Kamis, 01 Januari 2026 | 23:05 WIB
Prabowo Awali 2026 di Tengah Reruntuhan, Tinjau Langsung Pemulihan Korban Bencana

Rabu malam, saat sebagian besar orang bersiap menyambut tahun baru, Presiden Prabowo Subianto justru memilih berada di tengah pengungsi bencana di Tapanuli Selatan. Ini bukan kunjungan pertamanya. Sejak dilantik, ini sudah kali kelima ia turun langsung ke lokasi bencana di Sumatera, mengecek kondisi dan mendengar keluhan warga.

Ia meninjau kerusakan jembatan, mampir ke posko pengungsian. Yang paling berkesan, Prabowo menghabiskan detik-detik pergantian tahun bersama mereka yang rumahnya porak-poranda.

“Kemarin beliau hadir di Tapanuli Selatan sekaligus malamnya menghabiskan waktu pergantian tahun bersama dengan para pengungsi,”

kata Mensesneg Prasetyo Hadi, saat memberikan keterangan di Lanud TNI AU Soewondo, Kamis (1/1/2026).

Esok harinya, agenda belum usai. Dari Sumatera Utara, rombongan bergerak ke Kabupaten Aceh Tamiang. Daerah ini termasuk yang paling parah terdampak. Di sana, Presiden menyempatkan diri melihat langsung progres pembangunan hunian sementara.

“Hari ini beliau berkesempatan kembali hadir di Aceh Tamiang, salah satu daerah atau kabupaten yang paling terdampak dari bencana yang kemarin untuk melihat, menyaksikan bangunan huntara yang sudah dibangun oleh Danantara sebanyak 600 unit,”

jelas Pras. Rencananya, akan ada sekitar 15 ribu unit yang dibangun.

Namun begitu, kunjungan lapangan saja tak cukup. Usai melihat kondisi, Prabowo langsung memimpin rapat koordinasi yang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat setempat. Intinya sederhana: bagaimana mempercepat semua proses pemulihan ini. Prasetyo Hadi menyebut, dalam rapat itu Presiden menekankan pentingnya mengatasi segala kendala yang menghambat.

“Intinya adalah beliau ingin sekali lagi memastikan proses pemulihan dapat dijalankan dengan secepat-cepatnya. Dan bilamana ada masalah, tentu kita mencari jalan keluar,”

tegasnya.

Jadi, itulah dua hari pertama di tahun 2026 bagi Presiden. Bukan di istana, melainkan di lokasi yang masih berusaha bangkit dari bencana. Sebuah penekanan bahwa pekerjaan pemulihan harus jadi prioritas, tanpa menunggu-nunggu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar