"10 KK masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang air," ucap Ilman.
Kekhawatiran serupa sudah lebih dulu diungkapkan warga. Encun Surtiah, salah seorang yang rumahnya kerap kebanjiran, mengaku was-was melihat hujan yang tak kunjung reda. Ia menghitung, ini sudah kali keempat wilayahnya terendam dalam kurun waktu akhir tahun lalu hingga awal tahun ini.
"Kalau hujan begini terus, takut air naik lagi," keluhnya.
Nada prihatin itu terdengar jelas. Bagi mereka, rutinitas menghadapi luapan Sungai Cilemer seakan menjadi cerita yang berulang setiap musim hujan tiba.
Artikel Terkait
Serangan Udara AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit Anak dan Stasiun TV di Teheran
Ibas Peringatkan Dampak Konflik Iran-Israel-AS ke Stabilitas dan Ekonomi Indonesia
Menteri PPPA Apresiasi Respons Cepat Kemenpora Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
Gubernur Pramono Anung: Jakarta Harus Punya Jiwa Betawi