Malam itu, genangan air kembali merayap masuk ke pemukiman warga di Desa Idaman, Kabupaten Pandeglang. Laporan datang dari Kepala Desa setempat, Ilman, yang menyebut banjir kembali melanda setelah sebelumnya sempat surut. Penyebabnya tak lain adalah curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu.
"Hujan deras di daerah Pandeglang dan Jalupang, Lebak, akhirnya turun juga ke sini," ujar Ilman, Kamis malam (16/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi siang hari sebenarnya sudah membaik. Air sudah mulai menyusut. Tapi keadaan berbalik begitu malam tiba.
"Mulai naik tadi habis Magrib," katanya singkat.
Menurut data yang ia himpun, setidaknya empat kampung masih terendam. Dampaknya dirasakan oleh lebih dari seribu jiwa. Sedikitnya sepuluh kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka belum bisa ditinggali.
"10 KK masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang air," ucap Ilman.
Kekhawatiran serupa sudah lebih dulu diungkapkan warga. Encun Surtiah, salah seorang yang rumahnya kerap kebanjiran, mengaku was-was melihat hujan yang tak kunjung reda. Ia menghitung, ini sudah kali keempat wilayahnya terendam dalam kurun waktu akhir tahun lalu hingga awal tahun ini.
"Kalau hujan begini terus, takut air naik lagi," keluhnya.
Nada prihatin itu terdengar jelas. Bagi mereka, rutinitas menghadapi luapan Sungai Cilemer seakan menjadi cerita yang berulang setiap musim hujan tiba.
Artikel Terkait
Ketua DPD RI Soroti Dominasi AI, Tegaskan Hati Nurani Tak Tergantikan
Iran Buka Selat Hormuz Sepenuhnya, Terkait Gencatan Senjata Lebanon
Pemerintah Luncurkan Dana Bantuan IndonesiaRaya untuk Program Budaya Berkelanjutan
Wartawan Senior Indonesia Resmi Bentuk Wadah Khusus untuk Usia 60 Tahun ke Atas