"Kami menemukan ayah kandung sebagai pelaku di 9 persen kasus. Ibu kandung menyusul di 8,2 persen," ujar Jasra.
Pihak sekolah dan pelaku lain berada di posisi berikutnya. Temuan ini, tentu saja, membuat kita berpikir ulang tentang rasa aman di rumah dan tempat belajar.
Di sisi lain, ada satu hal lagi yang disayangkan Jasra. Ternyata, 66,3 persen laporan pengaduan sama sekali tidak menyebutkan nama pelaku.
Menurutnya, ini menunjukkan dua hal. Detail pelaporan masih lemah. Dan yang lebih memprihatinkan, ada semacam ketakutan baik dari korban maupun keluarganya untuk benar-benar mengungkap siapa pelakunya.
Data ini bukan sekadar angka. Ia adalah potret suram yang membutuhkan perhatian serius dari kita semua.
Artikel Terkait
Serangan Udara AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit Anak dan Stasiun TV di Teheran
Ibas Peringatkan Dampak Konflik Iran-Israel-AS ke Stabilitas dan Ekonomi Indonesia
Menteri PPPA Apresiasi Respons Cepat Kemenpora Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
Gubernur Pramono Anung: Jakarta Harus Punya Jiwa Betawi