Juru bicara junta, Zaw Min Tun, tak menyembunyikan kebanggaannya.
"Ini operasi anti-narkoba terbesar dalam sejarah kami, baik dari sisi penyitaan maupun penghancurannya," katanya kepada para wartawan di Pyin Oo Lwin.
Polisi punya keyakinan sendiri. Mereka menduga tiga fasilitas terkait ini memproduksi lebih dari sepertiga dari total 37 ton metamfetamin yang disita tahun 2025. Kesimpulan itu didapat dari informasi informan, plus perbandingan kemasan teh dan kopi yang biasa dipakai penyelundup untuk menyembunyikan narkoba.
Memang, situasi militer di Shan sempat berubah cepat. Serangan gabungan oposisi akhir 2023 membuat junta kehilangan banyak wilayah. Tapi belakangan, gencatan senjata yang dimediasi China berhasil meredakan dua kelompok pemberontak paling kuat.
Nah, dalam kondisi pertempuran yang mulai mereda itu, militer Myanmar mengklaim mereka menemukan laboratorium metamfetamin ini saat berusaha merebut kembali wilayah-wilayah yang sempat lepas.
Artikel Terkait
FBI Geledah Rumah Jurnalis Washington Post dalam Kasus Bocornya Dokumen Pentagon
Arab Saudi Tegaskan Tak Izinkan Serangan ke Iran Lewat Wilayahnya
Warga Cibinong Amankan Pencuri Emas yang Beraksi dengan Modus Pura-Pura Beli
Denmark Perkuat Militer di Greenland, Antisipasi Ambisi Trump di Arktik