Namun begitu, Yanus mengungkapkan keluhan yang mungkin mewakili banyak penumpang lain. Ia hampir selalu harus berdiri saat menunggu. Karena itu, ia berharap ada halte permanen di titik tersebut untuk menghindari terik matahari atau guyuran hujan.
"Tapi kalo pagi sama sore tuh kita hampir selalu berdiri sih (nunggunya). (Harapan) Halte... kalau pas kemarau gitu terutama ini panas banget ya disininya gitu ya. Mungkin di sini bisa dikasih terpal atau apa," tuturnya.
Tak cuma itu, Yanus juga punya usul terkait kapasitas bus.
"Terus, kalau busnya lebih gede kali. Mungkin biar angkut lebih banyak gitu ya, jadi armadanya nggak usah ditambah, takut bikin macet. Tapi diganti kayak model yang di D21 kan kalau nggak salah," tambahnya.
Antusiasme warga Depok terlihat nyata. Peningkatan peminat layanan ini memang patut disyukuri, tapi di balik itu, ada harapan-harapan kecil untuk kenyamanan yang lebih baik. Sebuah halte sederhana atau armada yang lebih lapang, misalnya, bisa membuat perjalanan pagi mereka tak lagi melelahkan.
Artikel Terkait
KPK Periksa Sekcam hingga Enam Pengusaha Terkait Kasus Ijon Rp 9,5 Miliar di Bekasi
Dendam Utang Tuntaskan Nyawa, Dua Sahabat Lama Jadi Tersangka Pembunuhan di Bekasi
Dua Eksekutor Pembunuhan di TPU Jakasampurna Diringkus, Ikat Pinggang Jadi Barang Bukti Kunci
Sugiono Candakan Kekurangan Wakil Menteri di Tengah Kesibukan Kemlu