Iran kembali melontarkan tuduhan keras. Kali ini, Amerika Serikat dan Israel dituding mengerahkan anggota ISIS atau Daesh untuk masuk ke wilayahnya. Tujuannya? Menyerang warga sipil dan personel keamanan. Pernyataan mengejutkan ini datang langsung dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi.
Menurut Mousavi, langkah itu diambil Washington dan Tel Aviv setelah mereka gagal dalam apa yang disebutnya "perang 12 hari" melawan Iran. Peristiwa itu terjadi belum lama ini.
“Mereka kirim tentara bayaran ISIS untuk bikin kekacauan di sini,” ujarnya. Anggota kelompok itu, katanya, sengaja dikirim untuk melancarkan aksi kekerasan yang menyasar masyarakat biasa dan aparat.
“Satu hal yang pasti,” tegas Mousavi, “Iran tidak akan pernah mentolerir pelanggaran kedaulatan atau integritas wilayahnya.”
Di sisi lain, ia juga berusaha menjelaskan sikap pasukan keamanan. Katanya, mereka sudah menunjukkan penahanan diri dalam menghadapi aksi protes. Namun begitu, kata Mousavi, mereka tak akan membiarkan “unsur-unsur teroris” berkeliaran leluasa di jalanan.
Artikel Terkait
Hujan Deras dan Cuaca Ekstrem Tewaskan Enam Warga Gaza, Termasuk Bayi
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Bitung di Tengah Malam
Notaris Beberkan Aliran Rp 809 Miliar dari AKAB ke Gojek di Sidang Korupsi
Gajah Buas Tewaskan 20 Warga dalam Aksi Teror Sembilan Hari di Jharkhand