Di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang, suasana pagi ini cukup padat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengumpulkan para bupati dan wali kota se-Sumbar. Tujuannya jelas: mendengar langsung dari lapangan soal upaya pemulihan pascabencana.
Sejak awal, pemerintah pusat sebenarnya sudah mengerahkan semua sumber daya. TNI, Polri, hingga berbagai kementerian dilibatkan dalam mobilisasi nasional. Namun begitu, Tito merasa perlu turun sendiri, mendengarkan keluhan dan masukan dari para kepala daerah yang sehari-hari berhadapan dengan warganya.
"Kita harus mulai dari masalah. Makin akurat peta masalahnya, strategi kita akan makin tepat," ujar Tito.
Kalimat itu dia sampaikan dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, langkah pertama adalah memetakan kondisi dengan cermat.
Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, 16 di antaranya terdampak. Itu data awalnya. Tapi setelah dipantau lewat dashboard dan rapat intensif, ada kabar yang cukup menggembirakan. Pemerintahan di daerah-daerah itu secara umum sudah berjalan lagi. "Kita lihat hampir semuanya hijau," jelas Tito soal indikator pemulihan pemerintahan.
Di sisi lain, apresiasi untuk Pemprov Sumbar dan jajarannya tak bisa dinafikan. Mereka dinilai cepat bertindak. Hanya saja, Tito tak mau cepat berpuas diri. Dalam rapat tadi, dia memastikan lagi berbagai hal mendasar: pelayanan publik, akses jalan, aktivitas ekonomi, hingga pasokan BBM, listrik, dan air bersih. Semua harus dipastikan berjalan.
Artikel Terkait
KPK Periksa Anggota DPRD Bekasi, Soroti Peran Ayah Bupati Nonaktif
Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pagar Laut
AS Kecam Rusia Gunakan Rudal Berpotensi Nuklir di Tengah Upaya Damai
Menteri Yandri: Transfer Pemain Esports Capai Rp 50 Miliar, Potensi Desa Luar Biasa!