Januari 2026 Beri Bonus: Libur Isra Mikraj Jumat, Siapkan Rencana Long Weekend

- Selasa, 13 Januari 2026 | 15:55 WIB
Januari 2026 Beri Bonus: Libur Isra Mikraj Jumat, Siapkan Rencana Long Weekend

Setelah libur tahun baru berlalu, ternyata masih ada satu tanggal merah lagi di bulan Januari 2026 ini. Tepatnya, hari Jumat tanggal 16 Januari. Libur ini ditetapkan untuk memperingati sebuah hari besar keagamaan bagi umat Islam.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026, tanggal tersebut adalah libur nasional memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Perlu dicatat, tidak ada cuti bersama yang menyertainya, jadi liburnya cuma sehari.

Peluang untuk Long Weekend

Meski cuma sehari, posisinya yang jatuh di hari Jumat membuka peluang untuk long weekend yang cukup panjang. Libur resmi di hari Jumat itu otomatis menyambung dengan akhir pekan biasa. Jadinya, kamu bisa menikmati waktu istirahat selama tiga hari berturut-turut.

  • Jumat, 16 Januari 2026: Libur Isra Mikraj.
  • Sabtu, 17 Januari 2026: Libur akhir pekan.
  • Minggu, 18 Januari 2026: Libur akhir pekan.

Lumayan, kan? Bisa untuk sekadar rebahan di rumah atau merencanakan perjalanan singkat keluar kota.

Mengenal Makna Isra Mikraj

Lalu, apa sebenarnya yang diperingati pada Isra Mikraj? Menurut penjelasan dari Kementerian Agama RI, peristiwa ini merujuk pada dua perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang ditempuh dalam satu malam saja.

Perjalanan ini menjadi momen yang sangat penting, karena di sinilah perintah salat lima waktu sehari semalam diturunkan oleh Allah SWT. Bisa dibilang, Isra Mikraj adalah tonggak lahirnya kewajiban salat yang menjadi rukun Islam.

Salat sendiri bukan sekadar ritual. Ibadah ini intinya memadukan dua bentuk kesalehan: personal dan sosial. Dimulai dengan kalimat "Allahu Akbar", salat adalah bentuk komitmen total seorang hamba kepada Tuhannya. Ditutup dengan salam "assalaamu'alaikum wa rahmatullah" ke kanan dan kiri, ia juga menjadi simbol komitmen untuk kedamaian, persaudaraan, dan kerukunan sesama manusia.

Peristiwa bersejarah ini terjadi di Makkah, pada periode akhir kenabian sebelum hijrah ke Madinah. Mayoritas ulama, seperti al-Maududi, meyakini Isra Mikraj terjadi sekitar tahun 620-621 Masehi, atau setahun sebelum hijrah.

Kata 'Isra' secara khusus merujuk pada perjalanan Nabi dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Beliau mengendarai Buraq, makhluk yang digambarkan seperti kuda berwarna putih bersayap, dengan ekor indah seperti burung merak. Dengan kendaraan luar biasa ini, jarak yang jauh itu bisa ditempuh dalam waktu singkat.

Sementara 'Mikraj' adalah lanjutan perjalanan spiritual beliau dari Masjidil Aqsa naik ke Sidratul Muntaha, langit ketujuh. Di puncak perjalanan inilah, Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah tentang kewajiban salat lima waktu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar