Gemuruh Misterius di Kelimutu Terkuak, Ternyata Longsoran Tebing Picu Heboh

- Senin, 12 Januari 2026 | 15:40 WIB
Gemuruh Misterius di Kelimutu Terkuak, Ternyata Longsoran Tebing Picu Heboh

Suara gemuruh aneh tiba-tiba menggema dari puncak Gunung Kelimutu. Video yang beredar luas di media sosial itu menampilkan riak gelombang dan suara mendidih yang menggelegar dari salah satu danau warna-warninya, bikin warga sekitar bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Menurut sejumlah saksi, suaranya mirip air yang mendidih dalam kuali raksasa. Heboh ini pun sampai ke telinga Badan Geologi. Setelah ditelusuri, rupanya penyebabnya bukan aktivitas vulkanik yang mendadak bangun.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, punya penjelasannya. Setelah tim turun ke lapangan, mereka menemukan fakta bahwa suara gemuruh itu dipicu oleh longsoran tanah.

"Setelah dilakukan pengecekan lapangan, kejadian tersebut adalah akibat dari longsornya sebagian tebing timur laut dari Kawah II,"

demikian penjelasan Lana dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026).

Longsor itu sendiri, kata Lana, diduga kuat terjadi karena curah hujan yang tinggi belakangan ini. Tebing jadi jenuh air dan kehilangan kestabilannya. Nah, material yang runtuh itulah yang menghantam permukaan danau, menciptakan gemuruh dan riak gelombang yang terekam kamera warga.

Di sisi lain, ada kabar baik. Hasil pengamatan visual dan instrumental hingga tanggal 12 Januari menunjukkan tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan yang mengkhawatirkan di sana. Artinya, gunung itu masih relatif tenang.

Gunung Kelimutu sendiri memang punya pesona unik. Gunung api strato setinggi 1.384 meter ini terkenal dengan tiga danau kawahnya yang kerap berubah warna. Ada Tiwu Ata Polo (Kawah I), Tiwu Koofai Nuwamuri (Kawah II yang jadi lokasi longsor), dan Tiwu Ata Bupu (Kawah III). Kejadian kali ini menambah cerita tentang dinamika alam di salah satu keajaiban Flores, NTT, itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar