Sabtu lalu, suasana di DoubleTree by Hilton Jakarta, Bintaro, tampak berbeda. Bukan acara bisnis biasa yang berlangsung, melainkan sebuah kajian spiritual yang mengundang ratusan orang. Madarif Institute kembali menggelar agenda tahunannya, kali ini dengan tajuk yang cukup menggugah: "Di Kala Langit Menyembuhkan Luka."
Ruang seminar itu dipadati sekitar 800 peserta. Mereka datang untuk menyelami sisi lain dari peristiwa agung Isra Mikraj, bukan sekadar narasi perjalanan, tapi sebagai sumber penyembuhan luka batin.
Di sisi lain, Ustaz Arifin Nugroho, selaku Direktur Madarif Institute, langsung menerangkan inti acara. Menurutnya, setiap tahap dalam perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah, singgah di Baitul Maqdis, hingga melintasi lapisan langit menyimpan petunjuk praktis untuk bangkit dari kesedihan.
Ia menambahkan, rasa sakit dan luka adalah bagian dari hidup yang tak terelakkan. Bahkan Rasulullah pun mengalaminya. Namun begitu, yang terpenting adalah bagaimana kita meresponsnya.
Artikel Terkait
Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina
Trump Serang Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai Sakit Jiwa Usai Protes di Kongres
Vonis 9-13 Tahun Penjara untuk Lima Terdakwa Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun
Ketua Komisi X DPR Soroti Penyerangan Mahasiswi di UIN Suska Riau