Kapolsek Cileungsi Menyamar di Klinik, Gagalkan Rencana Aborsi Pasangan Muda

- Jumat, 09 Januari 2026 | 14:20 WIB
Kapolsek Cileungsi Menyamar di Klinik, Gagalkan Rencana Aborsi Pasangan Muda

"Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan merawat bayi tersebut hingga lahir," beber Edison, lega.

Cerita ini berawal dari informasi yang mengalir dari Polsek Ciputat. Kapolsek sana, Kompol Bambang, mendapat laporan soal rencana pengguguran kandungan di Jalan Raya Puncak. Informasi itulah yang kemudian diteruskan ke tim Edison di Cileungsi.

Berdasarkan penelusuran, pasangan ini masih berstatus pacaran. Usia kandungan sang perempuan sudah menginjak sekitar tiga bulan. Menariknya, rencana aborsi ini bukan murni keinginan mereka berdua.

Menurut sejumlah keterangan, tekanan justru datang dari orang tua perempuan. Alasannya klasik: sang lelaki dianggap belum sanggup memikul tanggung jawab.

Mereka bahkan sempat mendatangi seorang dokter di daerah Cibogo, Cipayung. Tapi sang dokter menolak. Dia tidak menyarankan aborsi dan malah meminta pemeriksaan kehamilan lebih lanjut dulu.

Jalan buntu itulah yang akhirnya membawa mereka ke klinik di Puncak dan tepat ke dalam pengawasan polisi yang sedang menyamar.


Halaman:

Komentar