Dampaknya tidak hanya pada kantong. Kesehatan para pedagang juga jadi taruhan. Batuk-batuk dan sesak napas mulai sering dikeluhkan. Masker pun jadi andalan, meski kadang tak cukup menahan bau yang tercium menyengat.
Di tengah situasi yang serba salah ini, harapan Hanif sederhana saja. Ia ingin sampah segera diangkut dan pasar kembali ramai seperti sedia kala.
Masalah ini masih menunggu solusi. Sementara itu, para pedagang harus bertahan di antara tumpukan barang dagangan dan gunungan sampah yang baunya mengganggu.
Artikel Terkait
Warga Srengseng Kesal, Oknum Wanita Kabur Bayar Usai Makan-Minum di Warung
Dana Otsus Triwulan I 2026 Cair untuk 16 Daerah Papua, Penyaluran Tercepat Sejak Implementasi
Pembangunan Jalan Pengganti di Batu Tulis Bogor Dimulai, Proses Lelang Fisik Masih Berjalan
Surabaya Raih Penghargaan Global untuk Inovasi Popok Pakai Ulang