Bau menusuk yang berasal dari gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati bukan lagi sekadar gangguan. Itu sudah jadi mimpi buruk bagi para pedagang. Pembeli sepi, omzet pun merosot drastis.
Hanif, salah seorang pedagang di sana, mengeluh dengan nada kesal. Menurutnya, aroma busuk itu membuat calon pembeli ogah parkir di area sekitar tumpukan.
Ia memperkirakan pendapatannya anjlok sampai 40 persen. Parahnya, kondisi ini bukan hal baru. Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut itu sudah menggunung sejak empat atau lima bulan terakhir.
Sebenarnya, seharusnya pengangkutan dilakukan minimal tiga kali seminggu. Namun belakangan, armada pengangkut seperti menghilang. Akibatnya, sampah menumpuk jadi pemandangan sehari-hari.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah di Kramat Jati Diserbu 25 Truk, Warga Lega
Warga Sarinah Sambut JPO Baru, Tuntut Fasilitas Tak Sekadar Slogan
KPK Amankan Delapan Orang dalam OTT Dugaan Suap Pengurangan Pajak
Dasco Desak BPS: Data Kerusakan Pascabencana Harus Rampung dalam Satu Minggu