Ribuan orang di balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta menjalani tes urine pekan ini. Tujuannya jelas: mendeteksi penggunaan narkoba. Tak cuma warga binaan, petugas penjara pun ikut diperiksa. Totalnya, ada 2.263 narapidana dan 235 petugas yang menjalani prosedur itu pada Rabu dan Kamis (7-8 Januari 2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan KemenImipas dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebuah langkah tegas untuk membersihkan lingkungan lapas dari barang haram.
Mashudi, sang Direktur Jenderal Pemasyarakatan, memberikan konfirmasinya pada Jumat (9/1).
"Untuk wilayah Jakarta, tes terhadap seluruh petugas Ditjenpas sudah kami laksanakan. Hari ini giliran petugas dan warga binaan Lapas Narkotika. Semuanya, 2.263 warga binaan dan 235 petugas, kami periksa," jelas Mashudi.
Dia menegaskan, tidak akan ada toleransi. Siapa pun yang terbukti positif, baik itu narapidana maupun petugas, akan menghadapi sanksi berat sesuai aturan. "Tidak ada ampun," ucapnya dengan tegas. "Zero narkoba adalah harga mati bagi kami."
Menurutnya, program tes urin semacam ini tak hanya sekali. Ke depan, akan dilakukan secara berkala dan insidental di seluruh lapas dan rutan di Indonesia.
Artikel Terkait
KPK Gerebek Kantor Pajak Jakarta Utara, Uang Ratusan Juta Diamankan
Warga Sarinah Sambut JPO Baru: Bukan Cuma Aman, Tapi Harus Jadi Ikon
Tong... Tong... di Tengah Malam: Alarm Komunitas untuk Pedagang yang Bangun Sebelum Fajar
K3 Nasional 2026: Ekosistem Profesional hingga Inovasi Digital Jadi Fokus