Persoalannya jadi rumit karena karakter pasar ini sendiri. Aktivitas jual-beli berjalan 24 jam nonstop, menghasilkan sampah yang volumenya luar biasa: antara 120 sampai 150 ton setiap harinya. Dan hampir semuanya adalah sampah organik sisa sayuran, buah-buahan, dan sejenisnya.
Nah, sampah jenis ini punya sifat khas. Jika dibiarkan lebih dari dua atau tiga hari, proses pembusukan langsung berjalan cepat. Dan dampaknya langsung terasa, bahkan sebelum terlihat.
Bau busuk yang menyengat pun tak terhindarkan, mengganggu kenyamanan siapa saja yang beraktivitas di sana.
"Pembusukan itulah yang menyebabkan ketidaknyamanan," tutur Agus. "Baunya mengganggu, dirasakan baik oleh para pedagang maupun masyarakat sekitar pasar."
Artikel Terkait
DPR Serahkan Eksekusi Rehabilitasi Pascabencana Sumatera ke Satgas Tito
Proyektor dan Kipas Angin Raib Digasak Maling di SDN Rumpin
Isra Mikraj Jadi Inspirasi Penyembuhan Luka Batin di Bincang Madarif 2026
PDIP Keluarkan Surat Larangan Korupsi, Megawati Tegaskan Nol Toleransi