Di hadapan para duta besar yang berkumpul di Istana Elysee, Presiden Prancis Emmanuel Macron tak sungkan menyampaikan kritik pedas. Sasaran utamanya? Amerika Serikat. Dalam pidato tahunannya, Macron menuding negara adidaya itu telah melangkahi aturan internasional dan mulai menjauh dari sekutu-sekutunya sendiri.
Latar belakang pernyataan keras ini jelas: penangkapan paksa pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan khusus AS pekan lalu. Aksi militer kilat yang membawa Maduro ke New York itu memantik gelombang kecaman, dianggap sebagai pelecehan terhadap hukum internasional.
“Amerika Serikat adalah kekuatan yang mapan,” ujar Macron, suaranya tegas di ruang yang hening.
“Tapi secara bertahap, mereka berpaling dari beberapa sekutunya. Mereka melepaskan diri dari aturan-aturan yang justru dulu mereka promosikan.”
Artikel Terkait
KPK Tancapkan Taji, Mantan Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji
Sampah Menggunung hingga Jebol Tembok, Warga Kramat Jati Terimpit Bau Busuk
Tangsel Pastikan Sampah Tak ke TPA Bogor, Bakal Diolah Pabrik Kertas Swasta
NU dan Muhammadiyah Bantah Keterlibatan dalam Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono