Tak cuma soal Venezuela. Macron juga menyoroti rencana kontroversial Donald Trump yang ingin menguasai Greenland. Gagasan itu, yang sudah beberapa kali diulang Trump, jelas membuat gusar Eropa. Denmark, yang memegang kendali atas pulau Arktik itu, sampai berani menyebut bahwa serangan apa pun akan mengakhiri aliansi NATO. Situasinya memang memanas.
Menurut Macron, semua ini adalah gejala dari dunia yang sedang berubah. “Kita hidup di dunia dengan kekuatan-kekuatan besar yang punya godaan nyata untuk memecah belah,” tambahnya.
Dampaknya terhadap tatanan global pun ia singgung. Lembaga-lembaga multilateral, yang seharusnya jadi penjaga perdamaian, dinilainya semakin tak berfungsi efektif. Imbas dari aksi-aksi sepihak negara besar, barangkali.
Pidato Macron ini bukan sekadar komentar biasa. Ini adalah pernyataan politik penting dari salah satu pemimpin utama Eropa, yang menyoroti retaknya hubungan transatlantik dan masa depan kerja sama internasional yang makin suram. Nada keprihatinannya terasa jelas, menyiratkan sebuah dunia yang mungkin sedang menuju fragmentasi yang berbahaya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Dijemput Langsung Putra Mahkota untuk Pertemuan dengan Raja Abdullah
Kapolda Riau Buka Ruang Kritik dan Perkenalkan Konsep Green Policing
Remaja Perempuan di Malang Tewas Dibunuh, Pacar Ditangkap Usai Identifikasi DNA
Imipas Longgarkan Standar Risiko Narapidana untuk Atasi Kepadatan Lapas