Gubernur DKI: Demo Buruh di Patung Kuda Bukan Soal UMP Jakarta

- Kamis, 08 Januari 2026 | 13:15 WIB
Gubernur DKI: Demo Buruh di Patung Kuda Bukan Soal UMP Jakarta

Demonstrasi buruh kembali memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, hari ini. Menanggapi aksi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia menegaskan, soal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta, semuanya sudah melalui proses yang jelas dan melibatkan semua pihak.

“Ketika proses di Jakarta, Dewan Pengupahan betul-betul berjalan secara transparan dan terbuka. Buruh, pengusaha, dan pemerintah duduk bersama,”

kata Pramono saat ditemui di Penjompongan, Kamis siang.

Menurutnya, proses penetapan itu diawasi dengan ketat. Dari Dinas Tenaga Kerja hingga asisten setempat, semua memantau. Intinya, kata Pramono, keputusan akhir yang diambil bukanlah hasil sepihak. “Jadi itu kesepakatan bersama,” ujarnya menegaskan.

Namun begitu, ada hal menarik yang disinggungnya. Pramono menilai, unjuk rasa yang berlangsung di jantung ibu kota ini sebenarnya bukan semata-mata soal UMP Jakarta. Ia melihat tuntutan para buruh justru berakar dari masalah di daerah lain.

“Yang didemo itu bukan UMP Jakarta, tapi UMP daerah lain. Kenapa dilakukan di Jakarta?”

tanyanya retoris, lalu menjawab,

“Karena istananya ada di Jakarta.”

Pernyataan itu sekilas memberi gambaran lain. Seolah aksi di Patung Kuda lebih merupakan bentuk penyampaian aspirasi ke pusat kekuasaan, ketimbang protes terhadap kebijakan pemerintah provinsinya sendiri. Suasana di lapangan memang panas, tapi menurut sang Gubernur, dasar perhitungan upah di Jakarta sudah final dan disepakati.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar