Target ambisius Badan Gizi Nasional untuk program makan gratis mereka adalah 'nol kejadian luar biasa' pada 2026. Atau dalam bahasa yang lebih sederhana: tidak boleh ada lagi kasus keracunan makanan. Nah, untuk mencapainya, mereka kini bersiap mengambil langkah tegas. Dapur-dapur yang dinilai jorok dan tidak memenuhi standar kebersihan bakal ditutup paksa.
Langkah ini bukan sekadar ancaman. Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, mengungkapkan pihaknya sedang menyusun petunjuk teknis baru yang jauh lebih ketat.
"Juknis yang keras akan segera keluar," tegas Nanik dalam konferensi pers di SMKN 1 Jakarta, Kamis lalu.
"Untuk dapur yang ketahuan melanggar, kami beri peringatan. Peringatan pertama, lalu kedua. Kalau sampai peringatan ketiga masih bandel, ya tutup. Titik."
Menurut sejumlah saksi, upaya pengetatan ini rupanya sudah mulai membuahkan hasil. Memang, di awal-awal program MBG digulirkan, sejumlah insiden keracunan sempat mencuat dan jadi sorotan. Tapi angkanya pelan-palan turun.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Revitalisasi 389 SMK dan Salurkan Ribuan Papan Digital di Kawasan Timur
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, Tentukan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar
DPR Desak Pemerintah Buka Data Komitmen Impor Beras dari AS
Lapangan Padel di Cilandak Ditutup Sementara Imbas Protes Warga Soal Kebisingan