Namun begitu, suasana di Baduy Luar pun pasti akan terasa berbeda. Ritual Kawalu yang berlangsung di jantung komunitas mereka menciptakan atmosfer khidmat yang merata.
Setelah bulan-bulan penuh konsentrasi spiritual ini berakhir, aktivitas justru akan menggeliat. Masyarakat Baduy punya tradisi lanjutan yang justru membuka interaksi: Seba Baduy. Oom menyebutkan, tradisi ini adalah bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.
"Setelah beres Kawalu itu memasuki menjelang Seba Baduy," tuturnya.
Dalam Seba Baduy, warga akan berjalan jauh membawa hasil tani mereka. Tujuannya adalah untuk diserahkan secara simbolis kepada para pemimpin daerah, seperti Bupati Lebak, Pandeglang, dan Gubernur Banten. Sebuah perjalanan syukur yang menandai berakhirnya masa tertutup dan awal dari sebuah penghormatan kepada bumi.
Artikel Terkait
Gus Imron Tuding Islah di Tubuh PBNU Hanya Wacana Belaka
Wamen Dalam Negeri Sambangi Sekolah Rakyat, Serukan Semangat Belajar untuk Masa Depan Bangsa
Polisi dan Warga Megamendung Gelar Doa Bersama untuk Jaga Keamanan
Sekolah Rakyat Prabowo Tembus 104 Titik, Targetkan 200 Gedung pada 2027