Namun begitu, suasana di Baduy Luar pun pasti akan terasa berbeda. Ritual Kawalu yang berlangsung di jantung komunitas mereka menciptakan atmosfer khidmat yang merata.
Setelah bulan-bulan penuh konsentrasi spiritual ini berakhir, aktivitas justru akan menggeliat. Masyarakat Baduy punya tradisi lanjutan yang justru membuka interaksi: Seba Baduy. Oom menyebutkan, tradisi ini adalah bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.
"Setelah beres Kawalu itu memasuki menjelang Seba Baduy," tuturnya.
Dalam Seba Baduy, warga akan berjalan jauh membawa hasil tani mereka. Tujuannya adalah untuk diserahkan secara simbolis kepada para pemimpin daerah, seperti Bupati Lebak, Pandeglang, dan Gubernur Banten. Sebuah perjalanan syukur yang menandai berakhirnya masa tertutup dan awal dari sebuah penghormatan kepada bumi.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Revitalisasi 389 SMK dan Salurkan Ribuan Papan Digital di Kawasan Timur
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, Tentukan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar
DPR Desak Pemerintah Buka Data Komitmen Impor Beras dari AS
Lapangan Padel di Cilandak Ditutup Sementara Imbas Protes Warga Soal Kebisingan