Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit. Di usianya yang ke-100, pria yang masih aktif itu mengalami patah tulang pinggul setelah terjatuh di rumahnya.
Insiden ini terjadi Selasa lalu. Menurut sejumlah saksi, Mahathir dibawa dengan ambulans ke Institut Jantung Nasional di Kuala Lumpur. Saat itu, kondisinya masih sadar.
“Terutama mengingat usianya yang kini telah mencapai 100 tahun... oleh karena itu, operasi bukanlah opsi yang baik,” ujar putranya, Mukhriz Mahathir, dalam sebuah video pernyataan.
Mukhriz menjelaskan, ayahnya terjatuh usai melakukan jalan ringan hariannya di dalam rumah. Patah tulang itu terkonfirmasi di pinggul bagian kanan.
“Oleh karena itu, kami telah disarankan oleh spesialis rumah sakit agar beliau menjalani proses rehabilitasi standar, yang akan memakan waktu,” tambahnya.
Rencananya, Mahathir akan tinggal di rumah sakit untuk beberapa minggu ke depan. Tujuannya jelas: observasi dan perawatan intensif. Dokter memilih jalur rehabilitasi ketimbang tindakan bedah, yang dinilai terlalu berisiko.
Ini bukan kali pertama kesehatan Mahathir terganggu. Beberapa tahun terakhir, ia kerap mondar-mandir ke rumah sakit. Bahkan setelah perayaan piknik meriah untuk ulang tahunnya yang ke-100 Juli lalu, ia sempat dirawat karena kelelahan.
Meski begitu, semangatnya untuk pulih tetap kuat. Mukhriz menegaskan harapan keluarga.
“Tujuannya, tentu saja, adalah agar beliau kembali ke kondisi kesehatannya yang biasa dan dapat terus menjalankan tugasnya seperti yang telah beliau lakukan selama ini,” sebutnya.
Kini, semua mata tertuju pada proses pemulihan pria legendaris itu. Perjalanannya mungkin masih panjang, tapi tekadnya tak pernah diragukan.
Artikel Terkait
PTPN PalmCo Resmikan Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya, Biaya Logistik ke Indonesia Timur Ditekan 40 Persen
Wakil MPR: Pemberantasan Korupsi di Pendidikan Tak Cukup Hanya dengan Surat Edaran
Polairud Polda Metro Jaya Tangkap Dua Pengedar Obat Keras Ilegal di Muara Baru, Sita 23 Ribu Butir
Wamendagri Ribka Haluk Dorong PIKI Jadi Organisasi yang Pengaruhi Kebijakan Publik