Suasana di sebuah rumah kontrakan di Rawabunga, Jatinegara, mendadak ricuh Selasa sore lalu. Sekitar pukul empat, seorang bocah tiga tahun jatuh dari balkon lantai dua. Kejadian yang langsung viral di media sosial ini menyisakan banyak tanda tanya. Yang jelas, di dalam rumah itu tak ada satupun orang dewasa hanya tiga anak kecil yang ditinggal sendirian.
Kompol Sri Yatmini dari Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur membeberkan kronologinya. Menurut sejumlah saksi, ibu dari ketiga anak ini sedang bekerja. Tapi yang bikin curiga, warga sekitar sempat mendengar cekcok antara orang tua si korban sebelum kejadian.
"Berdasarkan keterangan warga sekitar, ibu dari anak-anak tersebut sedang bekerja dan kedua orang tua tidak berada di rumah saat kejadian. Warga juga menyebutkan, sebelum peristiwa itu terjadi, sempat terdengar cekcok antara orang tua korban," kata Sri, Rabu (7/1).
Polisi langsung bergerak. Mereka menelusuri unggahan di Facebook yang menunjukkan rekaman kejadian itu. Lokasinya akhirnya ketemu, di sebuah permukiman padat di Rawa Bunga. Aksesnya sempit, petugas pun minta bantuan RT dan tokoh setempat untuk masuk.
Kondisi Memprihatinkan di Dalam Rumah
Sampai di depan rumah, keadaan mencemaskan. Pintunya dikunci dari luar. Ketukan tak dijawab. Khawatir terjadi hal buruk, akhirnya warga membantu membukanya paksa.
"Rumah itu dikunci dari luar oleh ibunya. Saat kami ketuk, tidak ada yang bisa membuka sehingga akhirnya dibuka paksa. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Sri Yatmini.
Pemandangan di dalam sungguh memilukan. Anak berinisial AC (3) sudah terbaring kesakitan akibat jatuh. Kakaknya, PI (8), ternyata sengaja tidak disekolahkan hari itu untuk menjaga adik-adiknya, termasuk satu balita berusia dua tahun yang sedang sakit. Lingkungan rumah pun jauh dari kata aman. Colokan listrik terbuka, kompor, dan peralatan rumah tangga lain berserakan semuanya tanpa pengawasan.
Ketiga anak itu sempat dibawa ke Polres untuk penanganan lebih lanjut. Namun begitu, orang tuanya menolak keras ketika ditawarkan penempatan di rumah aman. Mereka bahkan membuat pernyataan tertulis bermaterai, disaksikan Ketua RT dan warga, yang menyatakan keberatan tersebut.
Polisi akhirnya hanya bisa mengimbau. Mereka meminta sang orang tua untuk betul-betul menjaga anaknya ke depannya. Kasus ini jadi pengingat buat semua orang tua: jangan pernah tinggalkan anak kecil tanpa pengawasan, apalagi di rumah dengan potensi bahaya yang jelas terlihat. Perlindungan anak harus jadi prioritas, agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Wamendagri Apresiasi Soliditas dan Inovasi Pemimpin Daerah di Jambi
PRIMA Serukan Kemenangan Pancasila Lewat Revolusi Ekonomi Kerakyatan di Hari Lahir ke-5 Partai
Misteri Sosok Pak Haji, Dermawan Tengah Malam yang Rutin Bagikan Uang ke Tuna Wisma Jakarta
Wakil Ketua MPR: Pancasila Harus Jadi Kompas Kebijakan di Tengah Ancaman Ekonomi Global