Badai Salju Paralisis Eropa: Penerbangan Batal, Kereta Berhenti, dan Kota Terkunci

- Selasa, 06 Januari 2026 | 22:40 WIB
Badai Salju Paralisis Eropa: Penerbangan Batal, Kereta Berhenti, dan Kota Terkunci

Eropa Membeku, Transportasi Lumpuh

Gelombang dingin ekstrem menggigit Eropa di awal tahun ini. Salju lebat tak hanya menyelimuti pemandangan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas. Di Belanda, ratusan penerbangan terpaksa dibatalkan. Bandara Schiphol Amsterdam, yang biasanya riuh, pagi itu sepi. Tercatat 400 jadwal penerbangan batal berangkat.

Menurut laporan AFP, Selasa (6/1/2026) waktu setempat, gangguan ini hampir menyeluruh. Bukan cuma udara yang bermasalah. Layanan kereta api nasional Belanda, NS, benar-benar berhenti total hingga pukul sepuluh pagi. Setelahnya, operasi pun berjalan tersendat-sendat, sangat bergantung pada situasi di lapangan.

Kondisi di sekitar Amsterdam sendiri disebut masih sangat terbatas.

Masalahnya bertambah rumit. Maskapai Air France-KLM mengaku pasokan bahan kimia anti-es untuk pesawat mereka nyaris habis. Ini tentu jadi berita buruk bagi upaya normalisasi.

Di sisi lain, transportasi darat tak kalah kacau. Semua layanan bus di wilayah Utrecht dibatalkan sampai Rabu pagi. Alasannya klasik tapi berbahaya: jalanan terlalu licin.

Namun begitu, ada sedikit "keuntungan" dari situasi buruk ini. Jalan raya justru lebih lengang dari hari biasanya. Tampaknya, imbauan pemerintah untuk kerja dari rumah dituruti banyak karyawan. Pihak berwenang mencatat kemacetan "hanya" sekitar 300 kilometer, jauh di bawah rata-rata 475 kilometer di hari Selasa biasa. Mereka pun terus mengingatkan: hindari bepergian kalau tidak mendesak.

Dampaknya merambah ke dunia pendidikan. Universitas di Rotterdam dan Utrecht, misalnya, terpaksa menunda ujian. Perkuliahan dialihkan ke dalam jaringan solusi yang kini sudah tak asing lagi.

Dan badai belum benar-benar reda.

Menurut Institut Meteorologi Belanda, Rabu ini diperkirakan masih akan ada hujan salju lagi. Persiapan dan kewaspadaan tetap harus dijaga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar