Kawasan Banten Lama ternyata punya masalah serius: banjir. Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Serang angkat bicara, menyebut kawasan bersejarah itu rawan tergenang. Penyebabnya? Kanal yang seharusnya mengalirkan air justru menyempit parah.
Menurut Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, kondisi kanal sekarang jauh dari ideal. Padahal dulunya lebar, sekitar 10 sampai 15 meter. Kini, saluran air itu cuma tersisa selebar satu meter saja.
"Perlu ada revitalisasi, karena kanal itu dari kondisi awal 10 sampai 15 meter mengalami penyempitan karena banyak ditempati masyarakat. Drainase sekarang cuma tersisa 1 meter,"
Ucap Arlan pada Selasa lalu. Situasinya memang rumit. Banyak rumah warga yang dibangun hingga menghalangi, bahkan menutup aliran kanal sama sekali. Akibatnya, air dari hujan deras nggak punya jalan keluar. Ya meluaplah, banjir pun tak terhindarkan.
"Banyak rumah penduduk. Setelah ditelusuri, ada yang mentok atau alirannya berhenti di rumah, makanya meluap dan banjir,"
tambahnya.
Lalu, apa solusinya? Untuk jangka pendek, Pemprov Banten berencana membuat sodetan dari pelataran Banten Lama menuju kanal. Tapi itu cuma penanganan sementara. Langkah yang lebih mendasar akan dilakukan bersama dengan Pemkot Serang.
Rencananya, Pemkot akan mendata dan menginventarisasi semua bangunan yang berdiri di atas kanal. Targetnya, kanal nggak boleh cuma satu meter. Wali Kota disebutkan akan melakukan sosialisasi terkait pengembalian batas lahan dan penertiban.
"Jadi minimal kanal tidak hanya 1 meter. Rencana Pak Wali nanti akan melakukan sosialisasi pengembalian batas lahan dan penertiban. Leading ada di Kota Serang, sementara provinsi akan melakukan pengembalian fungsi dan pengerukan,"
pungkas Arlan menjelaskan pembagian peran. Kerja sama kedua pemerintah daerah ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi kanal dan mengatasi banjir yang kerap melanda.
Artikel Terkait
Helikopter Penyelamat Jatuh di Peru, 15 Orang Tewas
Dokter Tirta Ingatkan Minum Kopi Saat Sahur Berisiko Dehidrasi
Saan Mustopa Padukan Bagi-bagi Sembako dengan Konsolidasi Data Jelang 2029
Gibran Ingatkan Pemerataan Guru Jadi Fondasi Transformasi Digital